Ternyata sudah banyak sekali yang antusias dalam menunggu kehadiran dari new comer Toyota Agya ini lho. Konsumen Indonesia sangat berharap mobil ini segera di produksi dengan harga dibawah 100 juta sesuai dengan apa yang di janjikan pemerintah.
Agya
dan Ayla adalah mobil yang lahir dari otak putra Indonesia, mulai dari
desain (dilombakan secara internasional), direkayasa, menggunakan
komponen yang dirakit, dan nama Indonesia. Agya berasal dari bahasa
Sanskerta yang berarti 'Cepat', sedangkan Ayla berarti Cahaya (pada
Daihatsu digunakan logo berbentuk utuf "A" pecah dan dikatakan sebagai
simbol cahaya)!
Bahkan merek dagang yang digunakan berupa nama kombinasi, yaitu
Astra-Toyota dan Astra-Daihatsu. Nama belakang tersebut sesuai dengan
perusahaan yang akan memasarkannya. Dengan masih menggunakan nama besar
Toyota dan Daihatsu, konsumen akan memperoleh kualitas produk dan
layanan yang lebih terjamin.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yang merancang dan juga "bidan" mobil
ini, mengundang wartawan untuk mengetahui lebih dalam tentang Agya dan
Ayla. Nah, pada kesempatan itulah KompasOtomotif coba membongkar detail mobil ini.
Dari ADM, Mark Widjaja, sang desainer, menjelaskan secara rinci konsep
rancangannya. Begitu juga dengan Embay Sunaryo, pimpinan dari
Development Project Team No 3 Dept, dari Divisi Research &
Development Daihatsu Indonesia.
Dimensi
Mobil yang masuk ke segmen A ini memiliki dimensi sebagai berikut:
panjang 3.580 mm, lebar 1.600 mm, tinggi 1.510 mm, dan jarak sumbu roda
2.730 mm. Nah, dibandingkan dengan segmen yang sama dan sudah dipasarkan
di Indonesia, seperti Mitsubishi Mirage, Honda Biro, dan Nissan March,
Agya dan Ayla menjadi yang paling kecil (lihat tabel).
Namun, Mark sebagai perancang berhasil membuat kabinnya lebih luas dengan memperpanjang jarak sumbu roda depan dan belakang (wheelbase), bahkan menjadi yang terpanjang dibandingkan citycar yang dipasarkan di Indonesia saat ini, termasuk saudaranya asal Malaysia, Daihatsu Sirion
Mark, perancang muda yang dibanggakan oleh Astra (juga oleh Menteri
Perdagangan), menjelaskan konsep rancangannya. "Hanya orang Indonesia
yang tahu selera konsumen Indonesia. Saya membuat mobil dengan eksterior
kompak, tetapi dengan kabin lega. Biaya produksi murah, tetapi bukan
mobil murahan," urainya.
Ditambahkannya, tidak banyak yang berubah dari A-Concept yang
diperagakan di IIMS pada tahun lalu. Menurut Embay Sunaryo, kalaupun ada
perubahan dari desain, hal itu disesuaikan dengan rekayasa untuk
pembuatan komponen, material, dan target harga.
*Sumber : Kompas Otomotif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar